Badan Perwakilan Wilayah Bojonegoro Banner
 
Berita Selengkapnya

Berita Selengkapnya

Rapat Sinkronisasi Kesiapsiagaan Bencana Alam Tahun 2017

Tanggal : Rabu, 1 Maret 2017 | Bidang : Pemerintahan | Uploader : 4dminbkbjn | Dibaca : 245


Pada daerah yang mempunyai intensitas curah hujan yang tinggi harus selalu waspada terhadap datangnya bencana alam sewaktu-waktu, baik itu banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor bahkan petir/badai. Akibat iklim yang sangat ekstrim dampaknya dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar baik harta benda, lahan pertanian bahkan nyawa.
Menurut ramalan/antisipasi serta pengamatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisica (BMKG) Jawa Timur intensitas curah hujan yang sangat tinggi di Wilayah BAKORWIL Bojonegoro adalah di bulan Pebruari, Maret dan April 2017, maka dari itu di Wilayah BAKORWIL Bojonegoro karena dilintasi 2 (dua) sungai besar yaitu Kali DAS Brantas dan Bengawan Solo, Kabupaten/Kota harus selalu waspada karena ke 2 (dua) sungai tersebut mempunyai potensi bencana alam banjir.
Untuk meminimalisir jumlah korban bencana alam baik itu banjir, puting beliung, tanah longsor atau yang lainnya maka pada hari Selasa tanggal 28 Fbruari 2017 kemarin BAKORWIL Bojonegoro mengadakan Rapat Sinkronisasi Dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam (Banjir, Tanah Longsor, Angin Puting Beliung/Puyuh) di wlayah kerja BAKORWIL Bojonegoro Tahun 2017. Rapat diselenggarakan dalam upaya sinkronisasi data daerah-daerah/ titik-titik rawan bencana, tanah longsor dan koordinasi dengan Instansi/Dinas terkait untuk antisipasi dini dan kesiapsiagaan serta tanggap darurat dalam penanganan bencana alam.
Maksud :
- Untuk mempersiapkan antisipasi dan penanggulangan bencana alam (Banjir, Tanah Longsor, Angin Puting Beliung/Puyuh dan Kekeringan) di Kabupaten/Kota se wilayah kerja BAKORWIL Bojonegoro.
Tujuan :
- Untuk membangun koordinasi dan komunikasi dengan Instansi terkait serta komitmen bersama antara Balai Besar Sungai Bengawan Solo.
- BPBD Provinsi Jawa Timur dengan BPBD Pemerintah Kabupaten/Kota terhadap penanggulangan bencana alam secara terpadu, sehingga dapat meminimalisir resiko jumlah korban bencana alam dan kerusakan sarana prasarana serta infrastruktur sungai lainnya.
- Untuk membangun management pengelolaan bencana berbasis kekuatan masyarakat yang meliputi sistem, mekanisme, program kegiatan, monev, peringatan dini serta koordinasi dan jaringan kerja.
Nara Sumber / Penyaji terdiri dari :
1. Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur ;
2. Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur ;
3. Kepala BBWS Bengawan Solo.
PESERTA RAPAT TERDIRI DARI :
1. Kepala BPBD Kabupaten/Kota
2. Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota
3. Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten/Kota
4. UPTD PSWAS di Bojonegoro
5. Camat Daerah Terdampak Bencana Kab./Kota