Badan Koordinasi Wilayah Bojonegoro Banner
 
Berita Selengkapnya

Berita Selengkapnya

Rapat Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan Evaluasi dalam rangka Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Kabupaten/Kota se-wilayah kerja BAKORWIL Bojonegoro Tahun 2019

Tanggal : Kamis, 17 Oktober 2019 | Bidang : Pembangunan | Uploader : ekonomi | Dibaca : 2040


BAKORWIL Bojonegoro menyelenggarakan Rapat Koordinasi, Sinkronisasi Dalam Rangka Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Kabupaten/Kota se-wilayah kerja BAKORWIL Bojonegoro Tahun 2019, rapat ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pemahaman bahwa Investasi atau pembentukan modal merupakan komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Investasi merupakan tambahan stok barang modal tahan lama yang akan memperbesar peluang produksi di masa mendatang. Salah satu peranan yang sangat penting untuk menjalankan suatu perekonomian adalah investasi.
Peserta rapat ini diikuti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bagian Perekonomian, BAPPEDA Kab/Kota se Wilker BAKORWIL Bojonegoro dan UPT Perlindungan Konsumen Provinsi Jawa Timur, dengan menghadirkan 2 (dua) Narasumber terdiri dari : Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur dan Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur
Rapat Koordinasi ini, di buka oleh Bapak Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi BAKORWIL Bojonegoro, dalam sambutannya disampaikan bahwa maksud kegiatan ini adalah untuk meningkatkan fasilitas serta terwujudnya kerjasama strategis antara usaha besar dan usaha kecil menengah, Meningkatkan Koordinasi dan Sinkronisasi, serta sinergisitas antar instansi terkait Provinsi dengan Kabupaten/Kota Dalam Rangka Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi di Kabupaten/Kota se-wilayah kerja BAKORWIL Bojonegoro serta meningkatnya citra Jawa Timur sebagai salah satu provinsi tujuan investasi yang menarik dan minat investasi di Indonesia atau Luar Negeri. Namun di tiap daerah masih di temukan Beberapa permasalahan antara lain : Masih kurang Pengembangan potensi unggulan daerah, Masih kurangnya Peningkatan kualitas SDM guna peningkatan pelayanan investasi dan Masih mininnya koordinasi dan kerjasama di bidang investasi dengan berbagai instansi pemerintah dan dunia usaha.