Badan Koordinasi Wilayah Bojonegoro Banner
 
Berita Selengkapnya

Berita Selengkapnya

Wakil Gubernur Jawa Timur Berikan Arahan Kepada Ratusan Generasi Milenial Tentang EJSC (East Java Super Corridor) di BAKORWIL Bojonegoro

Tanggal : Kamis, 26 Desember 2019 | Bidang : Sekretariat | Uploader : 4dminbkbjn | Dibaca : 1262


BAKORWIL Bojonegoro Sosialisasikan Program EJSC (East Java Super Corridor), Kamis 26 Desember 2019 di Gedung Aula BAKORWIL Bojonegoro dengan mengundang ratusan Generasi Milenial mulai dari Komunitas Kreatif anak muda, pelaku usaha muda, Mahasiswa dan Siswa SMA/SMK di Bojonegoro serta menghadirkan 4 (empat) Nara Sumber yang memiliki Kapasitas dan Kapabilitas sesuai bidangnya masing-masing terkait dengan East Java Super Corridor (EJSC) dan Milenial Job Center (MJC) antara lain Dr. DWI ASTUTIK, S.Ag.M.Si. dari Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur, MAHENDRA dari Biro Perekonomian Setda Prov Jatim, ALFIAN KRINASARANI Manager Rumah Kreatif BUMN Yogyakarta dan WIDYA SETYANINGSIH Jurnaba.co Bojonegoro.
Kehadiran Wakil Gubernur pada kegiatan Sosialisasi East Java Super Corridor dan Milenial Job Center di BAKORWIL Bojonegoro dalam rangka memberikan motivasi dan dorongan sekaligus memberikan pengarahan terkait program EJSC East Java Super Corridor yang berada di 5 (lima) BAKORWIL di Jawa Timur.
Dalam pengarahannya Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Dr. EMIL ELESTIANTO DARDAK, M.Sc. menyampaikan bahwa hadirnya EJSC di 5 (lima) Bakorwil ini adalah dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat Jawa Timur, Bakorwil adalah milik masyarakat Jawa Timur oleh karena itu seluruh masyarakat yang merasa lebih dekat dengan BAKORWIL Bojonegoro baik Tuban, Lamongan, Jombang dan lainnya bahkan Ngawi kalau mesara lebih dekat dengan Bakorwil Bojonegorobisa hadir di EJSC yang berada di Bakorwil Bojonegoro.
Selanjutnya Wakil Gubernur Jawa Timur juga mengatakan bahwa saat ini sudah berada pada era digital dan bigdata, tetapi Super Corridor jangan terpaku pada digital saja tanpa ada kehadiran fisik, karena tanpa adanya fisik tidak akan bisa menggerakkan perubahan secara maksimal, maka EJSC ini akan menyambungkan bigdata dengan urat nadi masyarakat, karena data akan muncul dan bermanfaat kalau lebih dekat dengan urat nadi masyarakat artinya bahwa bagaimana kita harus membangun sebuah ekosistem, maka ekositem inilah yang disebut East Java Super Corridor yang saat ini sedang dibangun di BAKORWIL Bojonegoro yang nantinya akan berfungsi menjadi 2 hal :
1. Menjadi pusat pengumpulan dan penyampaian data-data pemprov, jadi masyarakat selain dapat mengakses data-data Provinsi Jawa Timur juga dapat memperoleh data dari EJSC untuk memperoleh informasi lebih lanjut, menurut wagub Jatim bahwa meskipun semua bisa digital tetapi hari ini perlu yang namanya face to face untuk saling interaksi, karena sebuah interaksi langsung itu menjadi sangat penting dalam menjalin sebuah kerja sama dan berkolaborasi dalam usaha.



2. EJSC akan menjadi sebuah pelayanan, karena untuk membangun kolaborasi harus ada konektivitas, sedangkan pelayanan saat ini ditaruh di Bakorwil yang ditawarkan adalah ada 13 sektor pelayanan yang dapat dilakukan di Bakorwil, sehingga masyarakat tidak jauh-jauh datang di surabaya
Selain itu Wakil Gubernur Jawa Timur juga menyampaikan tentang Milenial Job Center (MJC), yang mana MJC sebenarnya esensinya adalah memberi kesempatan kepada kaum milenial ingin bekerja sebagai freelandser yang memberikan jasa kepada klien, oleh karena itu pemprov menyediakan tepat yang akan mempertemukan antara talenta kepada klien untuk menjadi mentor, sehingga klien akan menjadi percaya terhadap kemampuan talent yang akan menjadi penyedia jasa diperusahaannya, EJSC menyediakan tempat kepada komunitas untuk melakukan aktivitas dan mengembangkan diri sesuai dengan bakat yang dimilikinya.
Kepala BAKORWIL Bojonegoro pada kegiatan Sosialisasi EJSC (East Java Super Corridor) ini menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi EJSC ini bertujuan untuk menginformasikan kepada seluruh Masyarakat Jawa Timur tentang keberadaan EJSC di BAKORWIL Bojonegoro dan program-program yang akan dilaksanakan mulai bulan Januari 2020, Kepala BAKORWIL juga menyampaikan bahwa pembangunan Gedung EJSC saat ini telah mencapai 96 % sehingga Tahun depan sudah dapat mulai beroperasi kegiatannya.
Setelah memberikan pengarahan kepada peserta sosialisasi Wakil Gubernur Jawa Timur juga menyempatkan untuk meninjau lokasi Gedung East Java Super Corridor (EJSC) BAKORWIL Bojonegoro guna melihat secara langsung kondisi dan kesiapan sarana dan prasarananya bersama Kepala BAKORWIL dan undangan lainnya.